Pencegahan penyakit Mio pada udang

Infectious Myo Necrosis Virus (IMNV).

Penyakit MIO salah satu penyakit yang sangat ditakuti para petambak udang vaname, dikarnakan banyak para petambak yang mengalami kerugian yang cukup besar oleh penyakit yang satu ini.
Udang yang terserang penyakit mio biasanya terjadi kerusakan pada jaringan otot pada tubuh udang dengan ciri warna putih, udang mengalami kram, dan pada segmen badan nya terdapat seperti gumpalan awan yang berwarna putih, jaringan otot akan mati  dan berwarna merah, udang terliat pucat,  dan memerah dari ruas bawah sampay ekor.

biasa nya penyakit ini mulai teramati pada umur udang 40 sampay 60 hari.

Penyebab utama penyakit MIO ini adalah kualitas air pada kolam yang tidak stabil, perubahan suhu yang berfluktuasi telah diduga menjadi penyebab utama penyebaran dan transmisi dari Infectious Myo Necrosis Virus (IMNV).

Udang yang telah terinfeksi penyakit MIO biasanya akan menepi ke tepi kolam,
Otot daging pada udang berwarna putih seperti kapas.

Nekrosis di pangkal ekor udang berwarna merah.

kalau dijala banyak ditemukan kulit udang berkelupas yang di ujung ekornya berwarna merah.

Nafsu makan dan daya ketahanan tubuh menurun.

Kematian per harinya bisa lebih dari 1%, dan pertumbuhan udang menjadi lambat dan udang akan terlihat lemah.

Ada beberapa cara untuk pencegahan  udang agar tida terinfeksi penyakit yang satu ini, diantara nya adalah:

Pemilihan induk dan bibit yang terbebas dari penyakit, untuk meminimalkan resiko penyakit atau udang yang terinfeksi.

Mengurangi kepadatan penebaran agar memberi lebih banyak tempat atau ruang untuk hidup pada udang, sehingga hal ini akan mampu mengurangi faktor terjadinya stres pada udang.

Pergunakan Probiotik dan penggunaan kapur secara rutin di pagi hari.

Turunkan pakan hingga 30 - 40 % dari keadaan normal hingga kematian berkurang sampai tidak ada tingkat kematian.

Berikan multivitamin atau bisa vitamin C secara terus menerus hingga kondisi udang kembali normal.

Kembalikan pemberian pakan setelah kematian berhenti.

Mengganti air cukup dengan cara membuang air pada siang hari, dan mengisi air pada malam hari.

dan selalu memperhatikan kualitas air.

Dan hindari pergantian air secara drastis.



Trimakasih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar