Virus TSV

Taura Sindrom Virus ( TSV ).
Pada umumnya penyakit ini terjadi antara 14 sampay 40 hari setelah penebaran.

penyakit yang satu ini tingkat kematianya cukup tinggi, yaitu bisa mencapai 95%.
apabila penyakit terjadi pada umur 30 hari pertama, kemungkinan infeksi berasal dari induk, namun apabila terjadi pada umur 60 hari, kemungkinan infeksi berasal dari media air atau lingkungan.

Serangan TSV bersifat akut hungga perakut ( kronis ) dan dapat mengakibatkan kematian antara 80-90%, namun apabila tertolong, kelangsungan hidup dapat mencapai lebih dari 60%.
Udang vaname dewasa dapat terinfeksi TSV, namun tingkat kematiannya relatif rendah.

Infeksi TSV ada 2 fase.
Yaitu fase akut dan kronis.

Pada fase akut, akan terjadi kematian massal, Namun yang bertahan hidup dari serangan penyakit TSV, akan mengalami fase kronis.

Pada fase kronis, udang mampu hidup dan tumbuh relatif normal, namun udang tersebut merupakan pembawa (carrier) TSV yang dapat ditularkan ke udang lain yang sehat.

Gjala klinis udang yang terserang TSV diantara nya adalah:
Udang lemah, mnolak pakan yang diberikan, dan udang yang sekarat mendekat ke pematang.

Warna tubuh merah pucat, dan warna merah pada ekor kipas lebih tegas.

Pada infeksi berat, pernapasan yang tidak teratur pada insang yang terinfeksi.

Pada infeksi berat (akut) sering mengakibatkan kematian massal, udang yang mengalami kematian didominasi oleh udang yang sedang/baru selesai ganti kulit  (moulting), saluran pencernaan kosong dan warna tubuh kemerahan.

Warna merah yang lebih tegas dapat dilihat pada ekor kipas (telson)
Udang yang selamat dari fase akut, umurnya mampu hidup dan tumbuh normal dengan tanda bercak hitam (melanisasi) yang tidak beraturan di bawah lapisan kutikula.

Untuk masalah pengobatan penyakit TSV ini dari beberapa sumber mengatakan masih blum ada obat nya, kita hanya bisa mencegahnya.
Salah satunya dengan cara:

penggunaan benur bebas TSV.

pemberian pakan yang tepat jumlah dan mutu.

stabilitas kualitas lingkungan itu sangat dianjurkan.

Menjaga kualitas lingkungan budidaya agar tidak menimbulkan stress bagi udang (misalnya aplikasi mikroba esensial probiotik, bacterial flock, dll)
Sanitasi pada semua peralatan dan pekerjaan dalam semua tahap proses produksi.

Pemberian unsur imunostimulan (misalnya suplementasi vitamin C pada pakan) selama proses pemeliharaan udang.

Teknik polikultur udang dengan spesies ikan dapat dilakukan untuk membatasi tingkat patogenitas virus TSV dalam tambak, karena ikan akan memakan udang terinfeksi sebelum terjadi kanibalisme oleh udang lainnya.

Perlakuan Bila sudah terdeteksi TSV dengan cara :

Hindari stress.

Jangan lakukan ganti air (sirkulasi).

Gunakan probiotik untuk memperbaiki kualitas air.

Kurangi pakan hingga 50%.

Berikan mineral, dolomite untuk mempercepat pengerasan kulit.

Berikan vitamin dan imunostimulan.

Udang dalam proses penyembuhan akan tampak bercak hitam, dan akan hilang setelah beberapa kali moulting.

Bila sembuh bersifat carrier.







sampe disini dulu pembahasan kita tenteng virus TSP semoga bermanpaat.
Mari berbagi ilmu dan pengetahuan.
Trimakasih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar