Penyakit kepala kuning pada udang vaname

penyakit kepala kuning
Yellow Head Disease.
penyakit kepala kuning pada udang.

Udang vaname yang sudah terinfeksi penyakit yang satu ini  jika tidak segera ditangani dan dipanen, akan menyebabkan tingkat kematian 100% secara bertahap dalam waktu 3 hingga 5 hari buat udang yang berumur 50-60 hari.

Ciri-Ciri Udang yang Terinfeksi Penyakit Kepala Kuning.

Mula-mula udang yang terserang penyakit ini nafsu makannya terlihat baik dan pertumbuhan fisiknya terlihat normal.
Namun, ketika mencapai umur 50-60 hari, tiba-tiba nafsu makan udang terlihat menurun drastis, sehingga mengakibatkan perut udang terlihat kosong dan warna tubuhnya pucat.
Jika diperhatikan, terlihat warna kekuningan pada bagian kepala termasuk hepatopankreasnya.

salah satu cara untuk mengobati udang yang Terinpeksi penyakit kepala kuning dengan cara.

Turunkan pakan hingga 30-40% dari keadaan normal hingga kematian tidak ada atau berkurang.

Kembalikan konsumsi pakan dengan meningkatkan nafsu makan udang menggunakan  vitamin c dan spirulina.

Selalu jaga kondisi optimal di kawasan tambak dengan selalu membersihkannya secara teratur.

Perbaiki kualitas air tambak dengan melakukan aerasi.

Bangkai udang yang mati segera di ambil dari tambak, lalu dikubur dalam tanah atau dibakar.


Dalam beberapa kasus ditemukan udang yang terserang penyakit kepala kuning tidak dapat terdeteksi oleh mata manusia, oleh karena itu perlu di lakukan tes pengujian di laboratorium.



Trimakasih sudah mampir.

Penyakit bercak coklat putih pada udang

Penyakit udang gripis/penyakit bercak coklat putih pada cangkang.

Penyebab : Jenis bakteri Vibrio sp., Pseudomonas sp., Myxobacterium sp., dan Flavobacterium sp.

Gejala Klinis :
Warna tubuh putih kecoklatan, karapas, kaki jalan, kaki renang dan ekor udang mengalami kerontokan, lemah dan nafsu makan berkurang.

Penanggulangan :

Cara menanggulangi penyakit ini dapat dilakukan dengan cara memperbaiki mutu air, pengaturan pakan dan pengaturan padat penebaran yang sesuai dengan kondisi lahan.

Dapat pula dilakukan dengan cara memberikan antibiotika melalui percampuran dengan telur ayam atau telur bebek mentah dengan perbandingan 1 butir telur untuk 10 kg pakan.

Campuran telur dan antibiotika diaduk dengan pakan dan dikeringkan ditempat yang teduh lalu ditebar ke dalam tambak.

Dosis yang digunakan untuk penggunaan antibiotika adalah :
Terramycin 30 mg/kg pakan, Erythromycin 40 mg/kg pakan, Oxytetracyclin 40-50 mg/kg pakan, Furanace 100 mg/kg pakan.

pemberian antibiotika dalam pakan dilakukan terus-menerus selama 3 hingga 5 hari, kecuali untuk Furanace diberikan selama 14 hari.

Beberapa penyakit udang yang perlu kita ketahui

 Soft shell syndrome

 Penyebab :
Kualitas air : goncangan salinitas tinggi, goncangan pH tinggi, alkalinitas rendah, kandungan fosfat rendah, dasar tambak terlalu kotor, polusi.
Kualitas pakan (kekurangan nutrisi tertentu).

Penanganan :
Perbaiki kualitas air (ganti air, probiotik, dolomite, SP-36).
Pembersihan dasar dengan sifon, pemberian zeolite dan probiotik.



Insang hitam
(black gill disease)

Penyebab :
Kotoran, bahan organik (lumpur) yang melekat pada insang.
Dasar tambak kotor, setting aerator tidak tepat.
Kualit air yang tidak stabil (sering terjadi kematian plankton).

Penanganan :
Ganti air secukupnya.
Berikan probiotik.
Perbaiki setting kincir.
Kurangi pakan.



 Red disease

Udang berwarna kemerahan, kaki dan ekor  kemerahan, insang kemerahan.

Penyebab :
Kualitas air yang kurang baik (DO rendah, NH3, NO2-, Fe), bahan organik terlalu tinggi.
Kualitas pakan kurang baik (terlalu lama, berjamur).

Penanganan :
Berikan pakan berkualitas baik (baru).
Perbaiki kualitas air.



  Kram (cramped tail disease)

Udang kram saat anco diangkat atau udang dijala, udang mudah stress.

Penyebab :
Goncangan suhu / salinitas tinggi
Perbedaan suhu (kualitas air antara dasar dan permukaan tinggi).
Kekurangan mineral tertentu.

Penanganan :
Operasikan kincir siang dan malam hari.
Berikan vitamin (terutama vit C dan B).
Berikan mineral melalui pakan.



 Bercak hitam pada kulit

Ada bercak hitam pada permukaan kulit, bekas luka

Penyebab :
Udang sering lompat (tumburan) karena terlalu padat, kualitas air kurang baik, suspensi tanah.
Infeksi bakteri.

Penanganan :
Perbaiki kualitas air.
Hidupkan kincir siang-malam.
Kurangi kepadatan.
Lapisi tambak dengan plastik/HDPE, atau disemen.





Trimakasih.

Virus TSV

Taura Sindrom Virus ( TSV ).
Pada umumnya penyakit ini terjadi antara 14 sampay 40 hari setelah penebaran.

penyakit yang satu ini tingkat kematianya cukup tinggi, yaitu bisa mencapai 95%.
apabila penyakit terjadi pada umur 30 hari pertama, kemungkinan infeksi berasal dari induk, namun apabila terjadi pada umur 60 hari, kemungkinan infeksi berasal dari media air atau lingkungan.

Serangan TSV bersifat akut hungga perakut ( kronis ) dan dapat mengakibatkan kematian antara 80-90%, namun apabila tertolong, kelangsungan hidup dapat mencapai lebih dari 60%.
Udang vaname dewasa dapat terinfeksi TSV, namun tingkat kematiannya relatif rendah.

Infeksi TSV ada 2 fase.
Yaitu fase akut dan kronis.

Pada fase akut, akan terjadi kematian massal, Namun yang bertahan hidup dari serangan penyakit TSV, akan mengalami fase kronis.

Pada fase kronis, udang mampu hidup dan tumbuh relatif normal, namun udang tersebut merupakan pembawa (carrier) TSV yang dapat ditularkan ke udang lain yang sehat.

Gjala klinis udang yang terserang TSV diantara nya adalah:
Udang lemah, mnolak pakan yang diberikan, dan udang yang sekarat mendekat ke pematang.

Warna tubuh merah pucat, dan warna merah pada ekor kipas lebih tegas.

Pada infeksi berat, pernapasan yang tidak teratur pada insang yang terinfeksi.

Pada infeksi berat (akut) sering mengakibatkan kematian massal, udang yang mengalami kematian didominasi oleh udang yang sedang/baru selesai ganti kulit  (moulting), saluran pencernaan kosong dan warna tubuh kemerahan.

Warna merah yang lebih tegas dapat dilihat pada ekor kipas (telson)
Udang yang selamat dari fase akut, umurnya mampu hidup dan tumbuh normal dengan tanda bercak hitam (melanisasi) yang tidak beraturan di bawah lapisan kutikula.

Untuk masalah pengobatan penyakit TSV ini dari beberapa sumber mengatakan masih blum ada obat nya, kita hanya bisa mencegahnya.
Salah satunya dengan cara:

penggunaan benur bebas TSV.

pemberian pakan yang tepat jumlah dan mutu.

stabilitas kualitas lingkungan itu sangat dianjurkan.

Menjaga kualitas lingkungan budidaya agar tidak menimbulkan stress bagi udang (misalnya aplikasi mikroba esensial probiotik, bacterial flock, dll)
Sanitasi pada semua peralatan dan pekerjaan dalam semua tahap proses produksi.

Pemberian unsur imunostimulan (misalnya suplementasi vitamin C pada pakan) selama proses pemeliharaan udang.

Teknik polikultur udang dengan spesies ikan dapat dilakukan untuk membatasi tingkat patogenitas virus TSV dalam tambak, karena ikan akan memakan udang terinfeksi sebelum terjadi kanibalisme oleh udang lainnya.

Perlakuan Bila sudah terdeteksi TSV dengan cara :

Hindari stress.

Jangan lakukan ganti air (sirkulasi).

Gunakan probiotik untuk memperbaiki kualitas air.

Kurangi pakan hingga 50%.

Berikan mineral, dolomite untuk mempercepat pengerasan kulit.

Berikan vitamin dan imunostimulan.

Udang dalam proses penyembuhan akan tampak bercak hitam, dan akan hilang setelah beberapa kali moulting.

Bila sembuh bersifat carrier.







sampe disini dulu pembahasan kita tenteng virus TSP semoga bermanpaat.
Mari berbagi ilmu dan pengetahuan.
Trimakasih.

Pencegahan penyakit Mio pada udang

Infectious Myo Necrosis Virus (IMNV).

Penyakit MIO salah satu penyakit yang sangat ditakuti para petambak udang vaname, dikarnakan banyak para petambak yang mengalami kerugian yang cukup besar oleh penyakit yang satu ini.
Udang yang terserang penyakit mio biasanya terjadi kerusakan pada jaringan otot pada tubuh udang dengan ciri warna putih, udang mengalami kram, dan pada segmen badan nya terdapat seperti gumpalan awan yang berwarna putih, jaringan otot akan mati  dan berwarna merah, udang terliat pucat,  dan memerah dari ruas bawah sampay ekor.

biasa nya penyakit ini mulai teramati pada umur udang 40 sampay 60 hari.

Penyebab utama penyakit MIO ini adalah kualitas air pada kolam yang tidak stabil, perubahan suhu yang berfluktuasi telah diduga menjadi penyebab utama penyebaran dan transmisi dari Infectious Myo Necrosis Virus (IMNV).

Udang yang telah terinfeksi penyakit MIO biasanya akan menepi ke tepi kolam,
Otot daging pada udang berwarna putih seperti kapas.

Nekrosis di pangkal ekor udang berwarna merah.

kalau dijala banyak ditemukan kulit udang berkelupas yang di ujung ekornya berwarna merah.

Nafsu makan dan daya ketahanan tubuh menurun.

Kematian per harinya bisa lebih dari 1%, dan pertumbuhan udang menjadi lambat dan udang akan terlihat lemah.

Ada beberapa cara untuk pencegahan  udang agar tida terinfeksi penyakit yang satu ini, diantara nya adalah:

Pemilihan induk dan bibit yang terbebas dari penyakit, untuk meminimalkan resiko penyakit atau udang yang terinfeksi.

Mengurangi kepadatan penebaran agar memberi lebih banyak tempat atau ruang untuk hidup pada udang, sehingga hal ini akan mampu mengurangi faktor terjadinya stres pada udang.

Pergunakan Probiotik dan penggunaan kapur secara rutin di pagi hari.

Turunkan pakan hingga 30 - 40 % dari keadaan normal hingga kematian berkurang sampai tidak ada tingkat kematian.

Berikan multivitamin atau bisa vitamin C secara terus menerus hingga kondisi udang kembali normal.

Kembalikan pemberian pakan setelah kematian berhenti.

Mengganti air cukup dengan cara membuang air pada siang hari, dan mengisi air pada malam hari.

dan selalu memperhatikan kualitas air.

Dan hindari pergantian air secara drastis.



Trimakasih.

Pencegahan penyakit berak putih (WFD)

Penyakit WFD (White Feces Desease) atau biasa nya sh para petambak menyebut nya penyakit berak putih yah.

Berak putih Salah satu penyakit yang sering menyerang udang vaname.
Penyakit ini biasa nya terjadi pada kolam non tanah.
banyak kasus yang di temukan penyakit ini biasa terjadi di kolam tambak semen dan plastik, sedangkan di tambak tanah jarang sekali di temukan.
Kemungkinan di tambak tanah  bahan-bahan organik tersebut dinertalisir oleh tanah lantai dan dinding tambak.

Penyebab timbul nya penyakit berak putih ini salah satunya di pemberian pakan yang terlalu berlebihan.
Mungkin untuk ngejejar pertumbuhan udang biar cepet besar kali yah...
Atw mungkin karyawan tambak blum dibekali ilmu yang cukup.

pemberian pakan yang terlalu berlebihan, yang tida termakan oleh udang, lama-lama akan mnumpuk di dasar kolam, dan menjadi bahan organik yang berbahaya yang menyebabkan protozoa dan gregarin masuk kedalam pencernaan udang dan mengakibatkan WFD.

Sisa-sisa pakan akan di perparah oleh racun, yang menimbulkan banyaknya plankton yang mati.
Mungkin dari awal persiapan air tambak kurang mengandung bakteri lactobaccillus sp yang berfungsi untuk membantu proses fermentasi bahan organik menjadi senyawa-senyawa asam laktat dan Mikroba selulolitik yang berfungsi sebagai pendegradasi bahan organik / pembusukan bahan organik.

Pada awal gejala WFD atau berak putih dijumpai kotoran udang seperti benang berwarna keputihan yang mengambang di permukaan air.
Udang terlihat kropos, kurus dan tak mau makan.
Akibatnya nafsu makan menurun serta terjadi kematian hingga 60%.

Udang yang terserang WFD tubuh nya akan  berwarna putih dan lembek dan ditemukan parasit Gregarin pada saluran pencernaan.
penyakit berak putih ini rata-rata muncul pada saat udang berusia 60 hari ke atas.

salahsatu untuk pencegahan penyakit berak putuh dengan cara menjaga kebersihkan dasar tambak, penyiponan yang rutin, dan menjaga kualitas air seperti Ph, Suhu, Salinitas, alkalinitas, dll.


sampay disini dulu tentang WFD.
semoga bermanpaat.

trimakasih sudah berkunjung.

Pencegahan untuk penyakit bintik putih ( WS )

Di dalam budidaya udang vaname mungkin sudah tida asing lagi dengan yang nama nya virus.
Ya kalau bahasa gampang nya sh penyakit udang gitu yah.
Ada bermacam macam virus atau penyakit  yang menyerang udang vanamei.
Salah satunya penyakit bintik putih atau virus WS.

WS (white spot syndrome).
White Spot Syndrome adalah suatu penyakit pada udang yang penyebabnya dari virus SEMBV atau Ectodermal and Mesodermal Baculo Virus.
serangan virus  ini tingkat kematian nya sangat tinggi bisa mencapai 100% dalam waktu kurang dari 19 hari.

Ciri- ciri  udang yang terkena WS salah satunya adalah:

ada tanda bercak putih pada kulit udang berdiameter 0,5 -2 mm.

Udang terlihat lemah, dan berenang ke permukaan air.

ada juga yang mendekat ke pematang tambak dan mati.

Terjadi perubahan warna menjadi kemerah-merahan.

tanda bercak putih tida akan hilang meski udang telah mengalami multing.

Ada beberapa paktor yang menjadi pemicu timbul nya virus ini, diataranya adalah:
Blooming fitoplankton kemudian mengalami kematian secara mendadak.
Kadar oksigen rendah, ph, dan alkalinitas.

Untuk permasalahan bagaimana cara mengobati virus ini, dari beberapa sumber mengatakan ternyata blum ada obat nya untuk mengatasi virus ini.
Pantas saja virus ini jadi salah satu virus yang ditakuti para pembudidaya udang.

Meskipun penyakit ini tida ada obat nya, tetapi kita bisa mencegah nya,
Dengan cara:

Memilih bibit udang  yang berkualitas bagus yang bebas virus.

selalu memperhatikan kualitas air.
Kadar oxygen.
pH dan alkalinitas.
Kadar oxygen jangan sampai dibawah 4 mg/l.
pH harian optimal diantara 7,5 - 8.
Dan alkalinitas optimal diantara 150 - 200 ppm.



Sampai di sini dulu pembahasan  kita tentang virus WS.
semoga bermanpaat dan menambah wawasan kita.
mari kita berbagi ilmu dan pengetahuan.

Trimakasih.